RUSUH AREMA VS PERSIB; VIKING BIKIN LAGU BUAT AREMANIA; RIVALITAS CUMA PERTANDINGAN LIGA 1;

  • Diupload pada 14 Apr 2018

    Rivalitas, satu kata yang akan selalu ada sejak zaman Adam sampai kapanpun, sebuah alur persaingan hidup demi gengsi dan atas nama hargadiri suatu kelompok. Tak terkecuali dalam urusan penghuni tribun antara Aremania dan Viking/Bobotoh yang mempunyai rivalitas sengit yang tak hanya sebatas pagar tribun.

    Sebuah penggalaman berharga saya dapatkan saat 2003 dimana pada saat itu Arema melawan Persib dimana Singo Edan berhasil menerkam Maung Bandung dengan skor tipis 1-0 melalu gol penalti Aji Santoso yang saat itu telah memasuki usia senja sebagai pemain sepakbola. Tapi diluar kalah menang dalam pertandingan memang sesuatu yang biasa, dan yang luar biasa adalah adanya kedua belah pihak supporter yang sama-sama identik biru pada satu stadion yang sama yakni Gajayana.

    Saat itu, Aremania dan Bobotoh saling berbalas lagu bertanya kabar satu sama lain, sesuatu yang mungkin akan sulit kita jumpai sekarang ini. Para bobotoh yang berjumlah sekitar 100-an ditempatkan di VIP kiri stadion Gajayana, pastinya ratusan bobotoh itu tak akan melupakan penggalaman mahal ini dimana mereka bisa berteriak mendukung Persib dikandang Singa. Saya pun sempat bertukar syal dengan salah satu Bobotoh setelah pertandingan usai.

    Tapi masa-masa mesra ini segera berakhir dikarenakan adanya kubu-kubuan supporter yang saling bertentangan dan sikut-sikutan. Yang patut disayangkan adalah Aremania dan Bobotoh yang sebenarnya tidak memiliki sejarah permusuhan ataupun rivalitas harus berbeda kubu dikarenakan persekutuan semu yang menurut saya cukup ngeri-ngeri sedap. 

    Puncaknya adalah saat Persib vs Arema di ISL 2011 dan selanjutnya terjadi kerusuhan di Stadion Siliwangi. Sejak saat itu kedua supporter yang sama-sama memiliki basis terbesar di negri ini tak pernah lagi mengirin pemain ke-12 nya saat bertandang, baik itu di Malang maupun di Bandung.

    Perlukah rivalitas antara Aremania dan Bobotoh? Dengan tegas saya jawab TIDAK! karena jika kita telaah lebih jauh tentang sejarah rivalitas antara Malang dan Surabaya, mungkin saya bisa memaklumi adanya rivalitas antara 2 kota terbesar di ujung timur pulau Jawa ini, lain dengan Malang dan Bandung yang dalam hal ini terwakili oleh Aremania dan Bobotoh yang sama sekali tidak mempunyai sejarah rivalitas yang mengharuskan saling sikut satu sama lain yang sangat merugikan bukan hanya bagi kedua supporter, tapi juga merembet ke masyarakat umum yang tidak ada kaitannya dengan rivalitas ini.

    Perlunya kedewasaan rekan-rekan supporter baik di Malang ataupun di Bandung dalam menyikapi sebuah rivalitas. Rivalitas memang diperlukan sebagai bumbu pertandingan agar tidak terkesan hambar. Tapi bukankah rivalitas akan terlihat asik kalau kedua kubu saling beradu kreativitas dibanding beradu otot. Karena memang sesungguhnya rival tak berarti musuh.

    "Fanatisme buta lumpuhkan akal sehatmu, rivalitas semu butakan logikamu dan pada akhirnya kau akan tersadar kalau hidup ini bukan hanya tentang sepakbola"

    Channel SinergI 1108